Selasa, 04 Januari 2011

Musisi Cilik

Ketika aku pulang dari salah satu tempat perbelanjaan, dengan tujuan ingin membeli sesuatu, dengan lelah menunggu angutan umum yang akan ku tumpangi setelah sekian lama menunggu akhirnya angkutan yang ingin ku naiki datang juga dengan cepatnya aku langsung menaiki angkutan tersebut dengan harapan biasa sedikit beristirahat didalamnya.
tidak lama setelah aku menaiki angkutan tersebut angkutan yang aku tumpangi berhenti terkena lampu merah, aku melihat dua anak kecil menghampiri angkutan yang kutumpangi, ternyata mereka ingin mengamen satu anak membagikan amplop yang satunya lagi membawa sebuah gitar sambil berkata
“ mohon maaf jika kami mengganggu kenyamanan tuan dan nyonya kami hanya ingin mencari sesuap nasi, disini kami ingin menghibur tuan dan nyonya melalui sebuah nyanyian, dari pada kami mencuri ayam ya tuan, di hokum 6 bulan kurungan lebih baik kami mengamen disini’
Orang-orang yang berada didalam angkutan pun tersenyum, melihat mereka mengamen ada rasa iba karna diusianya yang sekarang harusnya mereka hanya belajar dan belajar, ketika mereka selesai bernyanyi aku memasukan uang sebesar lima ratus rupiah dalam benak ku berfikir pasti mereka masih membutuhkan lebih dari itu, maka aku langsung merogok uang yang berada disaku celanaku aku memberikan selembar uang sebesar lima ribu rupiah.

Lampu merah pun berganti lampu hijau mereka pun menunggalkan angkutan yang aku tumpangi, dari kejauhan aku melihat mereka melompat kegirangan, tertawa lalu memeluk satu sama lain.

Dalam lamun ku berfikir “ Ya TUHAN apakah sebuah kebahagiaan semurah itu…?? “
jika memang benar maka aku tak igin bermimpi ingin menjadi orang yang sangat kaya, karna dengan uang jajan ku saja aku bisa berbagi untuk sesama dan melihat sebuah kebahagiaan yang tak ternilah harganya.

Kejadian yang ku alami ini tidak akan ku lupakan, karna dengan kejadian seperti ini aku jadi mengerti betapa pentingnya hidup berbagi kepada sesama yang membutuhkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar